Jurnal Ku Saat Pandemi Covid

Gak pernah terbayangkan sama sekali di benak aku dunia akan mengalami pandemi global seperti Covid-19 ini. Cerita ini belum usai untuk itu ku tuliskan perjalanan pandemi ini kedalam tulisan siapa tahu ada yang sama perjalanan hidupnya semasa pandemi ini dengan pengalamanku ataupun tokoh-tokoh dalam jurnalku, aku membagikan kisahku, apa kisah mu?



Januari 2020 - Aku yang disibukkan dengan dunia marketing baru, harus begadang setiap malam karena dikejar target baru pada saat itu aku merasa itu adalah keputusan terbaik dan memang terbaik pada akhirnya, walaupun proses pendewasaan berpikir tidak semudah membuat kopi di pagi hari. Video pertama yang membawa ku melek dengan virus ngeyel ini adalah ketika di media sosial beredar video pendek dengan tagar "Wuhan Jaiyo". Video pendek itu berlatar belakang bangunan apartemen dan dibaliknya ada suara orang-orang yang saling sahut menyahut dari satu kamar apartemen ke kamar apartemen lainnya, dari satu gedung apartemen ke gedung di sebelah atau seberangnya. Pada saat aku menonton video itu rasa kemanusiaan ku timbul dan ikut mendoakan keadaan disana membaik, demi rasa kemanusiaan.

Pelan tapi pasti pandemi mulai mengusik dunia lainnya pada saat virus ngeyel ini memasuki wilayah negara Singapura dan 
Malaysia pada Januari 2020 yang lalu aku masih menjalani kehidupan sosial seperi biasa, tidak ada pengurangan jam malam untuk sekedar minum kopi sambil menuangkan ide, semua berjalan seperti biasa. Aku pun tetap larut dalam buaian target baru dan sederet tugas lainnya setelah menghabiskan pikiran fokus pada kegiatan Malam Tahun Baru. 


Maret 2020 - Aku mengetahui dari berita di televisi jika virus ngeyel ini telah memasuki wilayah Indonesia. Pada saat itu pemerintah, yang aku yakini tidak ingin warganya panik pun dinilai beberapa pihak terkesan menyepelekan dan menganggap remeh virus ngeyel ini.

Pada bulan banyak perusahaan yang ku tahu lingkungan perusahaannya terpaksa menelan pil pahit turunnya omset mereka karena banyak inqury yang terpaksa di postphone bahkan cancel. Dan banyak perusahaan sibuk dengan persiapan force major skala global. Aku sendiri disibukkan dengan hal digital yang akhirnya mau tak mau suka tak suka aku harus selalu update berita dunia salah satunya pandemi ini demi mencari ide dan wawasan baru. Ketika orang lain disibukkan dengan perasaan paniknya aku disibukkan mencari berbagai referensi berita dan edukasi mengenai covid-19.


April 2020 - Akhirnya Jakarta resmi lockdown. Aku yang berdomisili di Kota Hujan pun terkena imbasnya banyak hotel dan cafe tutup sementara bahkan banyak cafe yang gulung tikar. Pengangguran mulai terlihat hilalny walaupun belum terlihat angka pastinya. Sungguh situasi yang tidak menyenangkan bagi siapapun. Sebagian orang memilih tidak terlalu khawatir dan perpegang teguh pada takdir. Sebagian lainnya ada juga yang kesal dan panik karena alasan kesehatan ekonomi tentunya. Aku sendiri pada saat itu memilih berpikir postif dan mempersiapkan langkah-langkah yang pasti jika virus ngeyel ini bertamu ke rumahku. Saking rajinnya mencari referensi berita dan edukasi dari luar dan dalam negeri sampai tiba akhirnya pada suatu pagi setelah menonton berita aku terkena panic attack dada ku terasa sulit bernapas pada saat itu tidak ada seorangpun dirumah. Pelan terdengar di telinga suara tetangga ku yang sedang tertawa bercanda, karena aku sadar sesak yang aku rasakan adalah panic attack akhirnya ku putuskan keluar dari rumah dan berbaur dengan tetangga ku yang memang kalau sudah ngumpul kerjaannya bercanda. 

Setelah duduk beberapa menit serangan panik itu hilang, perlahan otot ku mulai lemas dan tidak terasa gangguan dada yang sesak. Tertawa adalah obatnya.

Aku masih belum juga bisa merumuskan hal apa yang akan aku lakukan jika virus ngeyel itu datang bertamu kerumah. Berbagai video edukasi telah ku pelajari dan akhirnya karena pada saat itu banyak yang terdeteksi OTG juga gejala ringan aku pun mempersiapkan satu kamar untuk isolasi mandiri. Setidaknya langkah jelas itu yang bisa aku persiapkan jika tamu ngeyel datang. Ya pada saat itu aku seperti mendoakan virus ngeyel datang, untuk sebagian orang. Tapi bagiku hal itu tidak mempunyai arti seperti itu. Akan lebih baik aku mengetahui langkah-langkah apa saja yang harus di ambil jika hal itu terjadi merupakan hal yang bisa membantu segalanya berjalan lebih smooth dan santai. Jadi sibuk dan stress diawal lebih baik daripada gerabak gerubuk karena panik.

Di bulan April ini juga Ramadhan tiba dan waktunya beribadah puasa sebulan penuh. Pada saat itu aku sangat khusyuk dengan ibadah membaca Al Quran ku. Aku terpacu khatam Al Quran karena melihat postingan Instagram selebriti Indonesia. Oia aku juga mendapat hadiah tak terduga dari tetanggaku seekor kucing lucuuuuuuk, well teknis nya adalah aku colek-colek sedikit lah tante tetanggaku biar kucing-kucing kecilnya bisa jadi teman dirumah.

Mei 2020 - Bersama kucing kecilku yang berwarna abu dominan putih ini aku banyak menghabiskan waktu saat PSBB/Lockdown. Bersama kita berdua begadang demi menyelesaikan khatam Quran karena terinspirasi dari seleb Indo itulah. Sungguh pengalaman hidup terindah lainnya yang aku dapatkan selama masa pandemi awal aku sangat merasa bebas dan sangat dekat dengan Rab ku. Aku pikir dan rasa begitu banyak hal kecil yang patut di syukuri. Walaupun pada saat itu kondisi finasial ku tidak sedang baik-baik saja tetap aku sangat bersyukur, nikmat duduk dirumah dan bekerja sesuai dengan passion jam kerja yang bisa ku atur sendiri merupakan hal terindah lainnya yang terjadi padaku di masa pandemi.

Bahkan untuk memanjakan orang terkasih pun aku masih harus berpikir dua kali. Karena aku orangnya termasuk yang masa bodo dengan omongan orang, segala jurus pun ku kerahkan untuk sekedar mencari tambahan pemasukan.



Bersambung












Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bogor Ke Krakatau 2014 #TRAVEL JOURNEY 1

Wanita Memang Sudah Terlahir Indah

Cinta Sejati Itu Apa Sih?